- Details
- Hits: 22
Padang, 30 September 2025 — Konferensi Internasional Mitigasi dan Manajemen Bencana (International Conference on Disaster Mitigation and Management/ICDMM) ke-3 tahun 2025 sukses diselenggarakan pada tanggal 29–30 September 2025. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari dalam maupun luar negeri untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam bidang mitigasi serta manajemen bencana.
ICDMM ke-3 diselenggarakan oleh Program Studi Magister Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand), bekerja sama dengan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari konferensi pertama yang digelar pada tahun 2021 dalam rangka memperingati 12 tahun gempa bumi 30 September 2009 di Sumatera Barat.
Mengangkat tema “Bersiap Menghadapi Megathrust”, ICDMM ke-3 membahas isu-isu kebencanaan dari perspektif multidisiplin yang mencakup 16 subtema. Tema ini menjadi sangat relevan mengingat potensi ancaman gempa besar di wilayah Sumatera yang terus menjadi perhatian nasional dan internasional. Melalui forum ini, berbagai hasil riset, praktik terbaik, serta inovasi teknologi kebencanaan disajikan sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan kesiapsiagaan lintas sektor.
Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Dr. Eng. Ir. Fauzan, S.T., M.Sc (Eng) ini menghadirkan jajaran tokoh nasional dan internasional. Pada hari pertama (29 September 2025), acara dibuka secara resmi dengan kehadiran Kepala BNPB, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Duta Besar Australia untuk Indonesia, dan Rektor Universitas Andalas. Sebanyak 18 keynote speakers dari berbagai negara turut memberikan paparan mengenai inovasi dan strategi pengurangan risiko bencana di tingkat global dan lokal.
Pada hari kedua (30 September 2025), konferensi semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai keynote speaker utama. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi.
Rangkaian kegiatan ICDMM ke-3 2025 berjalan lancar dan sukses. Partisipasi aktif para peserta dari dalam dan luar negeri mencerminkan tingginya komitmen dunia akademik dan praktisi terhadap pembangunan sistem manajemen bencana yang tangguh. Melalui forum ini, diharapkan jejaring kolaborasi riset dan inovasi di bidang kebencanaan semakin kuat, serta menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan ketahanan bencana di masa depan.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai kegiatan dan publikasi ICDMM, dapat diakses melalui laman resmi: https://icdmm.unand.ac.id/index.php/icdmm
- Details
- Hits: 30
Padang Pariaman-Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema Sosialisasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Ancaman Megathrust di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa, 16 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Pilubang ini dihadiri oleh perangkat nagari, tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan warga setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap potensi gempa besar dan tsunami yang bersumber dari zona megathrust di wilayah Sumatera Barat.
Pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan tim dosen Magister Manajemen Bencana Unand, yaitu Prof. Fauzan, Prof. Abdul Hakam, Bapak Rinaldi Eka Putra, serta perwakilan dari Mahasiswa MMB yang hadir sebagai pemapar materi sekaligus fasilitator diskusi. Melalui kegiatan ini, MMB Unand berupaya menjembatani pengetahuan ilmiah kebencanaan dengan kebutuhan praktis masyarakat di tingkat nagari.
Dalam pemaparannya, Bapak Rinaldi Eka Putra menjelaskan secara rinci mengenai ancaman megathrust yang berpotensi memicu gempa bumi besar di wilayah Sumatera. Ia menyampaikan bahwa secara geologis, Pulau Sumatera memiliki 19 segmen patahan aktif, dan 8 di antaranya berada di wilayah Sumatera Barat, sehingga menjadikan daerah ini sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan gempa yang tinggi di Indonesia.
Lebih lanjut, Bapak Rinaldi menjelaskan bahwa ancaman gempa di Sumatera Barat tidak hanya berasal dari satu sumber. Gempa bumi dapat terjadi akibat aktivitas vulkanik yang dipicu oleh kegiatan gunung berapi, serta gempa tektonik yang disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi, baik yang berada di daratan maupun di dasar laut. Khusus untuk gempa tektonik di zona megathrust, potensi dampak yang ditimbulkan dapat berupa guncangan kuat dan kemungkinan terjadinya tsunami, terutama bagi wilayah pesisir.
Sementara itu, Prof. Fauzan menekankan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap karakteristik ancaman, tanda-tanda awal bencana, serta langkah-langkah evakuasi merupakan kunci utama dalam meminimalkan korban jiwa dan kerugian saat bencana terjadi.
Kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Pentingnya penguatan kapasitas komunitas lokal melalui edukasi berkelanjutan, simulasi evakuasi, serta integrasi pengetahuan kebencanaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat nagari.
Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait potensi gempa dan tsunami, jalur evakuasi, serta peran masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Nagari Pilubang terhadap isu kebencanaan, khususnya ancaman megathrust.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas berharap dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Nagari Pilubang dalam menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang tangguh dan siap siaga bencana di wilayah pesisir Sumatera Barat.
- Details
- Hits: 25
Padang, 15 Desember 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) melalui Program SIAP SIAGA Megathrust menyelenggarakan "Workshop Buku Kajian Megathrust" di Hotel Mercure Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan temuan, menyampaikan hasil kajian, dan mengumpulkan masukan penting sebelum buku ini diajukan kepada BNPB. Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan BPBD, Dinas terkait, akademisi, praktisi serta para ahli kebencanaan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unand, Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, MT, kegiatan ini mendapat sambutan positif. Ketua Panitia sekaligus Ketua Prodi Magister Manajemen Bencana (MMB) Unand, Prof. Dr. Eng. Ir. Fauzan, ST, MSc(Eng), menyampaikan bahwa workshop ini adalah upaya kolektif untuk menghasilkan panduan komprehensif untuk membangun kesadaran dan mempersiapkan diri menghadapi megathrust.
Buku kajian strategis ini disusun oleh Tim Ahli dari Program Magister Manajemen Bencana (MMB) dan Pusat Studi Bencana (PSB) Unand, yang terdiri dari pakar-pakar ternama: Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, MT; Prof. Dr. Eng. Ir. Fauzan, ST, MSc(Eng); Prof. Ir. Abdul Hakam, M.T., Ph.D; Prof. Dr. Ir. Bambang Istijono, ME; Drs. Rinaldi Ekaputra, MSi; dan Prof. Yenny Narny, SS, MA, Ph.D. Pihak Unand mengumumkan bahwa buku ini direncanakan akan diterbitkan pada Akhir Desember 2025 dalam dua versi bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris. Karya ilmiah ini diharapkan dapat dijadikan referensi utama bagi pemerintah dan masyarakat dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana Megathrust, yang menurut BMKG, berpotensi besar terjadi di zona subduksi Selat Sunda dan Mentawai.
Dalam sesi diskusi yang diikuti oleh perwakilan BPBD, dinas terkait, dan komunitas, mayoritas masukan ditekankan pada pendekatan mitigasi non-struktural. Peserta menyoroti pentingnya penguatan peran keluarga, kelompok, komunitas, dan pemerintah nagari/desa sebagai garda terdepan. KOGAMI (Kelompok Siaga Tusnami) mengingatkan bahwa evakuasi mandiri berbasis peringatan alami (gempa) harus diakui sebagai sistem EWS yang paling utama dan andal, mengingat risiko kegagalan listrik pada EWS berbasis teknologi. Pengembangan EWS inklusif bagi penyandang disabilitas juga didorong sebagai kebutuhan mendesak.
Terdapat juga masukan teknis dan struktural yang penting. Peserta menyarankan agar buku ini mencantumkan pola pengulangan gempa historis, serta kajian diperluas meliputi dampak terhadap ekosistem dan lingkungan. Selain itu, analisis dampak bencana harus disesuaikan dengan lima kategori JITUPASNA (Infrastruktur, Ekonomi, Sosial, Permukiman, dan Lintas Sektor). Ancaman likuifaksi juga disorot, terutama di Padang (Air Pacah dan Pasir Jambak), dan disarankan agar Peta Likuifaksi dari Badan Geologi dijadikan acuan. Untuk evakuasi, penetapan batas fisik Tsunami Safe Zone (blue line) di pesisir dinilai sangat krusial.
Akhirnya, workshop menyimpulkan pentingnya buku ini mendorong implementasi kebijakan yang efektif, termasuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) yang terintegrasi. Dengan mengintegrasikan data ilmiah mutakhir dan kearifan lokal melalui masukan komunitas, buku ini diharapkan dapat menjamin kesiapsiagaan Sumatera Barat dalam dalam menghadapi skenario terburuk Megathrust.
- Details
- Hits: 25
THE 5th INTERNATIONAL CONFERENCE ON DISASTER MANAGEMENT [ICDM] 2026
The International Conference on Disaster Management (ICDM) serves as a global platform that unites researchers, policymakers, practitioners, and community leaders to exchange insights and innovations in the field of disaster management. Building on the success of its previous series, The 5th ICDM 2026 continues the commitment to advancing knowledge, fostering collaboration, and strengthening global resilience in the face of emerging disasters and climate challenges.
It is our great pleasure to welcome you on the 5th ICDM that will take place from 29 to 30 September 2026 in the Padang City, West Sumatra, Indonesia. In this series, the theme of 'Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Management' is addressed from a multidisciplinary perspective, encompassing 16 sub-themes. The more research results, experience and knowledge shared, the wider the network formed, and thus the more effective future disaster management will be.
This event not only provides an avenue for academic discussion but also serves as a bridge between science, policy, and practice—encouraging participants to share lessons learned, innovative frameworks, and practical tools that can be implemented at local, national, and international levels. Through this collaboration, ICDM 2026 aims to strengthen global networks and contribute to shaping a safer and more sustainable future for all.
Website The 5 th ICDM dapat diakses pada link berikut : https://icdm.unand.ac.id/index.php/icdm
🌟 Organized by:
•Pusat Studi Bencana (PSB) and Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarat (LPPM) Universitas Andalas
•Fakultas Teknik and Sekolah Pascasarjana, Universitas Andalas
🏛 Venue:
Convention Hall, Universitas Andalas Padang, Indonesia (The conference will be held in a hybrid format: both in-person and online via Zoom)
📚 Theme:
Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Management
📢 Importance Dates
Full Paper Submission Due: 1 July 2026
Camera Ready Submission Due: 31 August 2026
The Day of Conference: 29 - 30 September, 2026
💼 All accepted and presented papers will be published in scopus proceedings E3S Web of Conference
=========================
📄Template Word
https://docs.google.com/document/d/1vYLtG6O8RMnqkZkZTEsbvqIi1QVsql9p/export?format=docx
🌐 Learn more and register at
https://icdm.unand.ac.id
📞Contact us :
Email :

- Details
- Hits: 29
Padang (UNAND) - Universitas Andalas (UNAND) kembali meneguhkan posisinya sebagai pusat kajian kebencanaan internasional dengan sukses menyelenggarakan The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Convention Hall, Selasa (30/9). Kehadiran Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., MA, bersama jajaran kementerian, menjadi sorotan utama dalam forum ini.
Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., mengapresiasi kehadiran Menko AHY beserta jajaran. “Alhamdulillah dalam sepuluh hari terakhir mendapat kehormatan dikunjungi oleh Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta hari ini Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Ini bukti nyata kepercayaan pemerintah terhadap peran UNAND dalam isu-isu strategis nasional, khususnya mitigasi bencana,” ungkapnya.
Menko Agus Harimurti Yudhoyono dalam pidatonya menekankan bahwa ICDMM merupakan forum penting yang relevan dengan situasi Indonesia saat ini. “Saya sangat bahagia dapat hadir dalam forum internasional yang sangat penting ini. Indonesia menghadapi tantangan besar, mulai dari bencana alam, krisis iklim, hingga tekanan urbanisasi. Karena itu, tata kelola risiko bencana harus diperkuat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ICDMM harus terus dikawal dari waktu ke waktu, bukan hanya karena relevansinya, tetapi juga karena urgensi mitigasi bencana yang semakin nyata. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan tiga agenda strategis yang menjadi perhatian utama pemerintah mulai dari global megatrends, Indonesia’s triple challenge, disaster mitigation and management, serta building resilient and sustainable infrastructure.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia telah melakukan beberapa langkah mitigasi yang terintegrasi, mulai dari hazard mapping dan risk assessment, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi dan simulasi, penyediaan stok logistik di daerah rawan seperti Mentawai, respons cepat yang terkoordinasi antara BNPB, BPBD, NGO, dan mitra internasional, hingga tahap pemulihan pasca bencana dengan prinsip build back better.
Dalam kesempatan itu, Menko AHY juga menyampaikan rencana kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur, sekaligus menyatakan terima kasih kepada UNAND yang telah siap menjadi tempat mitigasi akhir bagi masyarakat Kota Padang. “Terima kasih kepada UNAND yang telah menyiapkan ratusan hektare sebagai bagian dari mitigasi akhir. Inilah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan bangsa,” tambahnya.
Di akhir kesempatan, Menko AHY menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya tahan bangsa. “Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media. Dengan kebersamaan, kita dapat menyiapkan Indonesia yang semakin tangguh menghadapi ancaman bencana,” tutupnya.(A)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
- Details
- Hits: 19
Magister Manajemen Bencana akan Melaksanakan Disaster Workshop " Megathrust Disaster Risk Assessment in Indonesia"
More Articles …
- Tim Pengabdian Prodi MMB Unand Laksanakan Pengabdian di Aie Angek
- Bangun Ketangguhan Lewat Riset: Mahasiswa Magister Manajemen Bencana Universitas Andalas Soroti Isu Banjir Bandang di Forum Internasional
- Menjembatani Pengetahuan dan Aksi: UNAND Gandeng AIT Thailand dalam Upaya Reduksi Risiko Bencana
Page 1 of 2